Secara konsep dan ide, Reverse 4 You cukup unik dibanding series GL Thai lainnya. Namun, ada beberapa catatan yang membuat series ini jadi kurang memuaskan.
Pernah gak kalian nonton series GL Thai yang pemeran utamanya punya kekuatan superpower? Gue rasa baru ada di Reverse 4 You ini. Salah satu pemeran utamanya bisa memutar kembali waktu, sekali dalam sehari, kapanpun dia mau.
Buat yang penasaran, mari kita bahas lebih jauh soal series yang bisa kalian tonton di Netflix ini. Seberapa memuaskan? Atau seberapa kurang memuaskan?
Reverse 4 You Bercerita Tentang Apa?
Reverse 4 You bercerita tentang Jattawa, mahasiswi hukum sekaligus part timer sebagai pengantar makanan. Dia harus bekerja demi membayar uang kuliah dan keperluan sehari-hari.
Jattawa tinggal hanya berdua dengan adiknya, Vivi. Ayahnya sudah meninggal sementara ibunya gak diceritakan lebih detail ke mana (atau gue melewatkannya).
Salah satu yang gak biasa dari Jattawa adalah dia bisa mengendalikan waktu. Seperti gue mention di awal, dia bisa memutar mundur waktu sesuai keinginannya.
Di kampus, dia suka dengan seseorang, Four namanya. Four adalah mahasiswi populer kaya raya yang, di balik penampilannya garangnya, ternyata punya hati yang lembut.
Four sendiri punya masalah dengan keluarganya, lebih tepatnya dengan ibu tirinya. Ibu tirinya coba menghalangi Four mendapatkan warisan dari neneknya.
Seiring waktu, Jattawa dan Four semakin dekat dan akhirnya menjadi pasangan. Mereka bersama-sama mengatasi masalah demi masalah.
Baca juga: Love Senior, Drama Mahasiswa dan Orang Ketiga
Subjective Review
Sepanjang 8 episode, banyak scene yang mengeksplore kedekatan Jattawa dan Four. Namun, entah kenapa, gak banyak yang memorable.
Gue somehow lebih dapat feel Jattawa dan Four sebagai adik kakak. Four adalah kakak yang baik yang selalu berusaha menjaga adik-adiknya (Jattawa & Vivi).
Jika kalian menonton Reverse 4 You setelah menonton Affair, maka akan merasa jomplang sekali chemistry-nya. Four dan Jattawa kurang terasa seperti lovers.
Baca juga: Kenapa Affair Begitu Spesial?
Hal lain yang gue kurang suka adalah… endingnya. Senggaknya ada 2 catatan mengenai ini. Pertama soal ending yang terlalu terburu-buru.
Gue tipe penonton yang cenderung lebih suka kalau setelah konflik selesai, ada satu episode, atau beberapa scene saja, yang berfungsi menetralisir kejadian-kejadian sebelumnya. Ini terutama ketika konfliknya berakhir ‘bahagia’.
Blank misalnya, ada scene di pantai dan kehidupan pasca pernikahan. Contoh lain adalah Affair, yang baru saja merilis episode terakhirnya, ada scene tentang liburan bersama. Atau the Secret of Us, ada scene mereka pergi ke rumah impian.
Sayangnya, Reverse 4 You gak menawarkan itu. Sebagai penonton, gue seperti gak diberi waktu untuk cooling down. Tapi, again, ini preferensi gue ya.
Masih soal ending, catatan kedua yakni tentang scene permintaan maaf Kie pada Four. Scene yang cukup bagus dan bisa jadi contoh yang baik untuk siapapun yang pernah berbuat salah namun enggan meminta maaf, tapi gak cukup penting untuk jadi scene yang benar-benar terakhir. Kurang pas aja gitu.
Penutup
Terlepas dari beberapa catatan di atas, Reverse 4 You punya konsep dan ide cerita yang begitu kuat dibanding series GL Thai lainnya. Ketika the Secret of Us kuat karena akting dan pemilihan tokohnya, Reverse 4 You kuat karena background story-nya.
Well, setiap GL akan selalu ada plus minusnya. Reverse 4 You bisa coba ditonton kalau ingin sesuatu yang agak beda secara alur cerita.
Selamat menonton!
Terima kasih banyak sudah membaca artikelnya sampai ujung. Jika merasa isinya bermanfaat, silakan di-share ya. Sebaliknya, jika ada yang kurang berkenan atau ada kesalahan informasi, silakan hubungi email atau sosial media tertera.