Waktu yang Kurang Tepat untuk Play Park

Play Park Ch3 - Tan Yada

Play Park jadi estafet series GL berikutnya dari Channel 3 (Ch3) setelah My Safe Zone. Tan Duangkaew dan Yada Narilya beradu akting untuk pertama kali di series yang berlatar konflik bisnis dan rumah tangga ini.

Namun, waktu penayangan yang terlalu mepet dengan berakhirnya My Safe Zone, membuat Play Park jadi kurang mendapat perhatian seperti yang seharusnya.

Mari kita bahas lebih jauh!

Play Park Bercerita Tentang Apa?

Play Park bercerita tentang Inging (Yada Narilya), seorang single mom yang was-was jadi pengangguran karena taman bermain tempatnya bekerja ‘Play Park’ akan ditutup. Play Park dalam proses akuisisi oleh Family Nest Company milik Lin (Tan Duangkaew Piyaoui). Rencananya taman bermain itu mau disulap jadi tempat bimbel.

Inging dan rekan-rekan kerjanya kompak cari cara supaya pemilik Play Park nggak jadi jual bisnisnya. Sisi lain, Lin juga maju terus untuk mewujudkan rencana perusahaan. Beberapa kali Lin berhasil menggagalkan strategi Inging dkk.

Di tengah perseteruan itu, Lin justru jatuh hati pada Inging. Inging pun rupanya merasakan debar yang sama.

Sayangnya, masa berbunga-bunga itu diganggu oleh mantan suami Inging yang tiba-tiba datang dan merecoki hidupnya. Gak sekedar datang, tapi ada niat jahat di baliknya.

Di tengah banyaknya drama, sejauh apa kisah cinta Lin dan Inging akan berlanjut? Buat yang penasaran, series ini bisa kalian tonton di Netflix.

Baca juga: US the Series: Terfavorit Sejauh Ini

Subjective Review

Play Park cukup menyenangkan ditonton. Dengan segala pengalamannya, akting Yada gak perlu diragukan. Cuma sayang banget, kayaknya rambut dia lebih cocok panjang deh di series ini. Imho.

Lalu, sebagai new comer, Tan juga ‘not that bad’. Meski di beberapa kesempatan tampak terlalu datar. Hehe.

Dari segi cerita, ada 2 plot utama di series 8 episode ini: Soal kuisisi Play Park dan soal Inging (Yada) vs mantan suami.

Episode awal-awal semua fokus ke masalah akuisisi ini. Inging vs Lin. Seru. Kita bisa ngerasain gimana galaunya Lin bersikap antara memenuhi ekspektasi keluarga soal bisnis dan perutnya yang lagi penuh sama kupu-kupu waktu ketemu Yada.

Intinya gimana dia bersikap profesional di saat bersamaan dia juga gesrek ketemu gebetan. LOL. Gue suka sampe part ini.

Play Park Ch3 GL Thai

Tiba-tiba ada adegan tembak menembak di Play Park. Emang bukan Ch3 sih kalau gak ada scene yang out of nowhere. Sekedar mengingatkan pada adegan Miu ketabrak mobil di jalan yang bahkan cuma ada 1 mobil yang lewat. XD

Abis penembakan itu, beralih-lah ke konflik dengan mantan suami Inging. Jadi 2 konflik itu kayak dibuat terpisah. Stau finish, pindah ke yang lain.

Tapi, akhirnya tuh kayak kurang greget. Gak ada drama yang heboh, gak bikin deg-degan. In the end semua pada setuju setuju aja gitu.

Baca juga: My Safe Zone: Terserah Lena Miu Aja

Waktu yang Gak Pas

Play Park tayang di waktu yang kurang tepat. Series ini mengudara di saat fans masih larut dalam euforia My Safe Zone dan Paris Fashion Week-nya Lena Miu. Ch3 bener-bener gak ngasih jeda untuk penonton beralih dari satu hype ke hype berikutnya.

Akibatnya, baik Play Park sebagai series maupun Tan-Yada sebagai pasangan layar kaca sulit bersaing dengan besarnya gaung Lena-Miu. Ditambah lagi, kok kayaknya promosi Play Park ini gak se-agresif itu. Ya gak sih?

Sisi lain, Lena-Miu itu ibarat black hole dengan gaya gravitasi yang super gede. Mereka menyedot perhatian begitu banyak orang. Mungkin banyak fans yang kurang suka My Safe Zone gara-gara plotnya yang maksa, tapi kayaknya sulit nemuin fans yang gak terkesan sama chemistry dan apa yang ditampilkan Lena-Miu.

Akhir Tan-Yada

Saat sebagian fans berharap Tan-Yada bakal dapet spotlight lebih di next project mereka, ‘breaking news’ justru datang dari Ch3. Pada 2 Juni 2026, agency mengumumkan kalo project Tan-Yada resmi berakhir.

Dibilang mengejutkan, gak juga. Gue sempet liat di sosmed kalo ada spekulasi soal ‘ada apa-apa’ sama cp Tan-Yada. Pertama, Yada gak muncul di ‘reuni’ couple GL Ch3 di salah satu episode Fulfill, padahal pasangan lain lengkap. Lalu kedua, Yada datang sendirian ke KCL Awards 2026 di saat banyak sekali cp yang datang berdua.

Yada bilang kalo berakhirnya project dengan Tan adalah keputusannya. “It was my own decision. There were many positive reasons behind it, and I see it as a very important new chapter in my life..” tulis Yada di sosial medianya.

Apapun itu, best wishes untuk Tan dan Yada.

 

Terima kasih banyak sudah membaca artikelnya sampai ujung. Jika merasa isinya bermanfaat, silakan di-share ya. Sebaliknya, jika ada yang kurang berkenan atau ada kesalahan informasi, silakan hubungi email atau sosial media tertera.

 

Share the Article: