Lena Miu yang Mengganggu

Lena Miu

Satu pertanyaan yang selalu terlintas tiap Lena-Miu muncul di timeline: Kenapa mereka terasa begitu… mengganggu?

Bukan ganggu dalam arti negatif. Justru sebaliknya. Rasanya ada dorongan buat berhenti sejenak dan memperhatikan mereka lebih lama.

Tulisan subjektif ini adalah usaha gue dalam memahami pertanyaan random itu.

My Safe Zone

Sejauh ini gue udah nonton puluhan series GL Thai, termasuk di antaranya My Safe Zone yang diperankan Lorena Lalina Schuett dan Miu Natsha Taechamongkalapiwat alias Lena-Miu.

Yang menarik, My Safe Zone sendiri gak masuk daftar favorit gue, yang saat ini diisi Fulfill dan Us The Series. Tapi, justru di situlah poin dari tulisan ini.

Ketika seriesnya aja bukan favorit gue, kenapa Lena-Miu tetap terasa ‘mengganggu’?

Baca juga: My Safe Zone: Terserah Lena Miu Aja

Berlipat Ganda

Industri GL Thai gak pernah kekurangan visual yang memukau. Semua pair punya pesonanya masing-masing. Ada yang cute nan manis, elegan sekaligus classy, hingga punya vibe dewasa yang kuat.

Jadi, kalau hanya ngebahas soal visual, sebenernya semua pair memenuhi kriteria itu. Tapi, visual yang wah aja belum cukup buat nyiptain efek ‘mengganggu’ yang Lena-Miu punya.

Lena dan Miu punya chemistry-visual yang terasa beda dibanding pair lainnya. Dan chemistry visual ini hanya bisa ‘mengganggu’ kalo: mereka lagi berdua.

Saat tampil bareng, mereka gak sekedar saling melengkapi, tapi saling melipatgandakan.

Ibaratnya, Lena bawa 50%, Miu juga 50%, tapi pas mereka tampil bareng, hasilnya bukan 100%, tapi jadi 200% atau 300% atau lebih dari itu.

Fenomena ini ngingetin gue sama dua konsep sekaligus. Dalam Gestalt Psychology ada gagasan “the whole is different from the sum of its parts.” Sementara di ekonomi ada konsep multiplier effect. Lena-Miu terasa seperti perpaduan dua konsep itu.

Hypnotic

Lena-Miu seolah mampu mengubah arah perhatian kita saat itu juga, minimal terjadi di gue. Berhenti sejenak. Menatap. Terpana.

Bukan berarti kita langsung jadi Gumberbears ya. Bukan itu. Poinnya lebih ke perasaan kagum yang muncul secara spontan, begitu aja.

Setiap pair punya cara masing-masing untuk meninggalkan kesan. Buat gue, cara Lena-Miu mencolok di industri GL Thai adalah dengan chemistry-visual-berlipat-ganda mereka itu.

Sulit dijelaskan, gampang dirasakan.

Di adegan paling casual sekalipun, saat mereka cuma berdiri berdampingan, atau saling pandang sekilas, efeknya langsung terasa. Sebelum mereka mengucapkan dialog pertama atau memeragakan adegan apa pun, chemistry itu udah duluan ‘bekerja’.

Hypnotic.

What’s Next?

Pertanyaannya sekarang: gimana kalau Lena-Miu akhirnya dapet series yang bener-bener bisa maksimalin potensi mereka? Karena buat gue, kualitas akting mereka gak perlu diperdebatkan lagi.

Makanya gue sangat menunggu-nunggu Pls.Love.

Karena, kalau sekarang aja Lena-Miu udah se-mengganggu ini, sebesar apa coba efeknya kalau mereka akhirnya dipertemukan dengan series yang sepadan.

Mungkin saat itulah kita bener-bener bakal tau, apakah yang selama ini kita lihat baru permulaan dari fenomena Lena-Miu?

Share the Article: