Setelah hampir 1,5 tahun sejak episode terakhir Us the Series, akhirnya ada series lain yang bikin gue nungguin tiap episode-nya, literally pas di jam tayangnya.
Fulfill.
Beda sama series lain yang biasanya ditonton dengan prinsip ‘kayaknya besok masih bisa’, alias gak selalu di hari-H, apalagi di jam tayangnya langsung.
Gue suka banget Fulfill! Super duper suka!
Dengan berat hati (Us the Series itu the real deal, fight me), gue tetep harus declare kalo Fulfill berhasil menggesernya sebagai GL Thai terfavorit gue sejauh ini.
Kalo mau tau kenapa se-suka itu? Yuk kita bahas lewat tulisan-yang-agak-panjang-ini.
Fulfill Cerita Soal Apa?
Aioon (Oom Eisaya) dan Pafun (Bee Saralam Bam Saralee) baru aja menikah. Keduanya adalah wanita karir yang mencoba membangun rumah tangga impian mereka, bersama-sama.
Aioon alias Oon bekerja sebagai insinyur (structural engineer), sedangkan Pafun alias Fun bekerja sebagai interior designer. Karena pengaruh pekerjaan ini juga, dalam menata kehidupan bersama, Aioon fokus pada bigger picture, sedangkan Fun lebih peduli pada hal-hal detail.

Fulfill ngajak kita ngikutin keseharian mereka sebagai pasangan baru dengan segala dinamikanya. Beraneka tantangan datang silih berganti. Mulai dari hubungan dengan mertua, tetangga, hingga pekerjaan.
Gak lupa juga, tantangan satu sama lain. Kita diajak buat nyoba ngerti apa yang mereka hadapi, gimana mereka menyelesaikannya, dan gimana mereka ngambil pelajaran lalu tumbuh jadi getting better karena itu.
Selengkapnya, silakan ditonton langsung aja ya.
Baca juga: US the Series: Terfavorit Sejauh Ini
Subjective Review
Fulfill adalah series GL Thai pertama, sejauh yang gue tonton, yang keseluruhan ceritanya ngebahas soal kehidupan pasca menikah.
Biasanya kan plotnya itu: naksir, pacaran, menikah. Atau musuhan, naksir, pacaran, menikah. Kalo ini gak gitu, tapi exactly dimulai pasca wedding ceremony, setelah “I do”.
Jadi inget kata-kata Raditya Dika pas bahas anime Frieren: “dimulai dari selesai”. Begitupun dengan Fulfill, semacam itu.
Menurut gue plot ini juga yang menguntungkan Fulfill. Mereka bikin ‘kue’ yang belum pernah dibuat sama yang lain.
Terus yang gue suka sama buatan Ch3 itu mereka fokus ke 1 pair di tiap series. Meskipun kadang muncul pair lain, kayak kemunculan Lena-Miu di Only You dan Play Park, tapi ya gitu doang. Gak ngambil terlalu banyak bagian apalagi sampe memengaruhi alur cerita utama.
Balik lagi ke Fulfill, sebenernya sih adegan-adegan di series ini kejadian sehari-hari banget. Momen-momen sederhana pasangan satu rumah.
Cuma, karena kita belum nemu itu di series GL Thai lain, ditambah faktor pengemasan yang pas, serta Oom-Bam yang begitu dedicated ke karakter masing-masing, series ini jadi realistis, relatable, romantis, heartwarming, sekaligus kocak. Sangat-sangat entertaining dan bikin kita attached dari awal sampe akhir.

Kalo ditanya apa yang disukai dari Fulfill, jawabannya: semua-mua-muanya.
Gue suka jalan ceritanya, suka pengemasannya, suka lelucon-leluconnya, suka soundtracknya, suka Oom-Bam-nya, se-mu-a-nya.
Menurut gue, episode pertama Fulfill jadi penentu series ini buat kalian atau bukan. Kalo abis nonton episode pertama kalian gak sabar nonton episode berikutnya, bisa jadi kalian bakal suka.
Emang sih episode pertama bukan yang paling intens (episodes 3 and 7 are), tapi di episode pertama banyak banget scene-scene yang bakal bikin kalian jatuh cinta pada pandangan pertama sama karakter Oon-Fun.
Di dunia nyata mungkin Oom dan Bam adalah dua orang introvert, tapi di sini, kalian akan minimal dibikin senyum-senyum sendiri sama kelakuan mereka. Sesekali juga kalian akan dibikin ketawa ngakak.
Kalian akan jatuh cinta sama momen tarian spaghetti Fun sampe dia akhirnya ganti baju pake gamis. 5526555

Pokoknya banyak banget scene favorit gue, selain tarian tadi, yang lain yakni scene ‘bau susu basi’ di mobil Oon. Gimana ceritanya coba, Fun yang lupa buang, tapi dia juga yang bilang “mai pen rai”, terus nuduh-nuduh Oon mau dia dipecat. Lol. Nyebelin yet adorable sekali.
Dan scene-scene lain yang terlalu panjang kalo harus ditulis.
Terakhir, Fulfill juga ditutup dengan episode yang begitu hangat. Loved it. Sebagian kita pasti mikir “yaah, kok Fulfill udahan sih, kan lagi seru-serunya”. Nah, justru menurut gue harus berhenti pas di atas. Sebelum lama-lama saturated, lama-lama dragged.
Jempol buat P’Nay sebagai sutradara. Bener-bener ngebuktiin ‘comeback stronger’. Jempol juga buat Ch3.
Baca juga: My Safe Zone: Terserah Lena Miu Aja
Penutup
Fulfill bukan series yang bikin deg-degan sama konfliknya, bukan juga series yang love scenenya sangat intens, tapi series yang bikin gue kasmaran tiap episodenya, jatuh cinta tiap episodenya.
Gue sampe ‘wow’, Oom-Bam beneran totalitas jadi Oon dan Pafun. Tiap ada drama, gue otomatis berpikir ‘ah tenang aja, mereka kan punya satu sama lain’. Bahkan ketika konfliknya adalah tentang mereka sendiri.
Mereka pasti kerja keras banget bangun chemistry sebaik itu, sebagai pasangan baru menikah. Bukan chemistry pasangan yang pedekate, atau yang pacaran, tapi udah menikah. Chemistry yang gak boleh terlihat mentah, harus udah mateng dari episode pertama.
Gue gak tau kalo bukan mereka, apakah gue tetep se-suka ini sama Fulfill. They make all the difference, honestly.

Pesen gue buat pembaca, coba deh kasih kesempatan ke series ini. Mungkin beberapa dari kalian masih sedikit hopeless sama series GL buatan Ch3, LOL, tapi beneran deh, meskipun sutradaranya sama dengan Only You, Fulfill bakal ngasih perspektif yang berbeda. Bisa jadi kalian bakal ‘balikan’ sama Ch3. 5555
Happy watching!
Photo by: @raktermtem
Terima kasih banyak sudah membaca artikelnya sampai ujung. Jika merasa isinya bermanfaat, silakan di-share ya. Sebaliknya, jika ada yang kurang berkenan atau ada kesalahan informasi, silakan hubungi email atau sosial media tertera.
อุ๊นอุ่นอย่าซ้ำเติมฝันสิคะ ! คนเรามันผิดพลาดกันได้ 🤣
FIRST EP FULFILL#รักเติมเต็มEP1 pic.twitter.com/KCDuVTF2SD
— Raktermtem (@raktermtem) April 24, 2026