Memahami Hubungan Inflasi dan Suku Bunga

ilustrasi inflasi

Pernahkah kamu merasa uang Rp100.000 di dompet terasa “lebih kecil” nilainya dari tahun lalu? Bukan perasaan kamu yang salah, itulah inflasi yang sedang bekerja diam-diam.

Nah, pemerintah dan bank sentral membantu kita melawan inflasi dengan suku bunga. Inflasi dan suku bunga seperti dua sisi timbangan, gak pernah bisa diam bersamaan.

Mari kita bahas hubungan keduanya dengan bahasa yang mudah dipahami.

Inflasi: Ketika Uang Kamu “Menyusut” Tanpa Terasa

Bayangkan kamu punya segelas air. Inflasi bukan membuat airnya berkurang, tapi membuat gelasnya mengecil. Jumlah uangnya sama, tapi daya belinya turun.

Pada tahun 2020, beli bakso harganya mungkin Rp15.000. Tapi, di 2026, harganya bisa jadi sudah naik ke Rp20.000. Bukan karena baksonya berubah, tapi nilai uang kamu yang berubah.

Inflasi terjadi ketika uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibanding jumlah barang dan jasa yang tersedia. Akibatnya, harga-harga cenderung naik karena terlalu banyak uang “mengejar” barang yang terbatas.

Dalam istilah ekonomi, fenomena ini sering disebut “too much money chasing too few goods”, artinya uang berlebih bertemu dengan barang yang terbatas, sehingga nilai uang menurun dan harga naik.

Suku Bunga: Rem Darurat Perekonomian

Kalau inflasi adalah api yang terlalu besar, maka suku bunga adalah selang airnya.

Di Indonesia, Bank Indonesia (BI) punya senjata, yakni BI Rate (sekarang disebut BI 7-Day Reverse Repo Rate). Ini adalah suku bunga acuan yang memengaruhi hampir semua suku bunga di Indonesia: bunga KPR, kredit motor, hingga bunga tabungan kamu.

ilustrasi inflasi dan suku bunga - sejenak.id

Inflasi terlalu tinggi tidak baik, terlalu rendah juga demikian. Tugas Bank Indonesia memastikan inflasi ada di level ideal. Dalam konteks inflasi Indonesia, di kisaran 2–4% per tahun.

Mengapa Ini Penting untuk Keuangan Pribadi Kamu?

Hubungan inflasi dan suku bunga bukan hanya urusan para ekonom di gedung bertingkat. Ini dampaknya sangat nyata dalam kehidupan sehari-hari kita:

  1. Cicilan KPR atau kredit Kamu bisa berubah

Kalau Kamu punya KPR dengan bunga floating (mengambang), kenaikan BI Rate bisa langsung menaikkan cicilan bulanan Kamu. Di sinilah banyak orang kaget.

  1. Bunga tabungan dan deposito ikut naik

Kabar baiknya: ketika BI Rate naik, bunga deposito dan obligasi pemerintah (seperti SBR atau ORI) juga ikut naik. Ini momen bagus untuk mengunci dana di instrumen tersebut.

  1. Harga saham cenderung tertekan

Ketika suku bunga naik, investor cenderung memindahkan uang dari saham ke deposito atau obligasi yang kini lebih menarik imbal hasilnya. Makanya, pasar saham sering turun saat BI menaikkan suku bunga.

Baca juga: Sebelum Investasi di Saham Bank, Kenali Dulu Bisnis Modelnya

Penutup

Inflasi dan suku bunga adalah dua sisi dari koin yang sama. Memahami hubungan keduanya membantu kita membuat keputusan keuangan yang lebih tepat, seperti kapan waktu yang baik untuk mengajukan KPR, kapan lebih baik menaruh uang di deposito, atau kapan pasar saham sedang dalam tekanan bukan karena kinerja perusahaan, tapi karena faktor makroekonomi.

Ekonomi memang kompleks. Tapi dengan analogi yang tepat, semua orang bisa memahaminya, dan membuat keputusan yang lebih baik untuk diri sendiri.

 

 

Definisi inflasi menurut Bank Indonesia: Baca di sini

Jika merasa artikel ini bermanfaat, silakan di-share ya. Sebaliknya, jika ada yang kurang berkenan atau ada kesalahan informasi, silakan hubungi email atau sosial media tertera.

Share the Article: