Aldrich Ames bukan sosok sembarangan di dunia intelijen AS. Dia menghabiskan seluruh karir profesionalnya di CIA.
Namun, Ames diam-diam menjual rahasia Amerika Serikat ke Uni Soviet (Rusia sekarang) selama 9 tahun lamanya dari 1985 sampai dengan 1994. Dia menggadaikan integritasnya demi uang 2,5 juta dolar AS.
Pria yang bekerja di CIA sejak 1962 itu tercatat sebagai salah satu pengkhianat paling merusak dalam sejarah intelijen modern AS. Rahasia yang dibocorkan Ames bukanlah informasi sepele.
Ames membocorkan ke Rusia siapa-siapa saja pejabat mereka yang berkhianat dan jadi aset Amerika atau Inggris. Padahal, Amerika sudah bersusah payah membangun jejaring ini selama puluhan tahun.
Pengkhianatan Ames ini diyakini menyebabkan penangkapan dan eksekusi sejumlah agen Barat. Jadi pukulan besar bagi CIA.
Tak sampai di situ, dia juga membocorkan mengungkap detail operasi satelit mata-mata, sistem penyadapan, serta prosedur umum intelijen Barat.
Baca juga: The Spy, Series Netflix Tentang Mata-mata Terbaik Israel
Ames ditangkap pada 1994 dan divonis penjara seumur hidup tanpa opsi pembebasan bersyarat. Jaksa menyatakan bahwa tindakannya telah merampas Amerika Serikat dari informasi intelijen bernilai tinggi selama bertahun-tahun, sekaligus membahayakan nyawa banyak orang.
Istri Ames, Rosario, juga terseret dalam kasus ini. Ia mengaku bersalah atas tuduhan spionase tingkat lebih rendah karena membantu aktivitas suaminya dan dijatuhi hukuman 63 bulan penjara.
Dalam wawancara dari balik jeruji besi dengan The Washington Post, sehari sebelum vonis, Ames secara terang-terangan mengakui motifnya adalah masalah keuangan.
Kenapa Ames bisa terhubung dengan Rusia? Rupanya, Ames-lah yang lebih dulu menghubungi KGB (badan intelijen Uni Soviet). Pada masa itu, Ames bertugas di markas besar CIA di Langley dan bekerja di divisi Soviet serta Eropa Timur, posisi yang memberinya akses langsung ke informasi paling sensitif tentang kawasan tersebut.
Ames menghabiskan sekitar 30 tahun di penjara federal di Maryland sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada 5 Januari 2026 lalu di usia 84 tahun.
Kepergiannya menutup kisah panjang tentang pengkhianatan dari dalam. Sebuah pengingat pahit bahwa ancaman terbesar bagi keamanan negara terkadang datang bukan dari musuh di luar, melainkan dari orang yang paling dipercaya di dalam.
Sumber artikel: CBC News
Terima kasih banyak sudah membaca artikelnya sampai ujung. Jika merasa isinya bermanfaat, silakan di-share ya. Sebaliknya, jika ada yang kurang berkenan atau ada kesalahan informasi, silakan hubungi email atau sosial media tertera.