Sebuah survei yang dirilis Juni 2019 mengungkap bahwa tingkat toleransi anak muda Amerika Serikat (AS) terhadap kaum LGBT menurun dari tahun ke tahun.
Mengutip media USA TODAY, survei tersebut digelar oleh GLAAD (Gay & Lesbian Alliance Against Defamation), sebuah organisasi swasta asal AS yang salah satu fokusnya menangani narasi-narasi menyudutkan terhadap kaum LGBT.
Hasil survei GLAAD cukup mengagetkan karena secara tradisional image terhadap kaum muda AS adalah kaum yang terbuka dan merangkul semua kalangan.
Berdasarkan hasil survei, warga AS berusia 18-34 tahun yang nyaman berinteraksi dengan kaum LGBT adalah 45% pada 2018. Turun dari persentase untuk usia yang sama yaitu 53% di tahun 2017. Jika dibandingkan tahun 2016, angkanya berada di 63% alias turun terus setiap tahun.
Survei dilakukan oleh The Harris Poll, sebuah nama kelompok advokasi GLAAD.
“Kami berpegang pada narasi bahwa kaum muda lebih progresif dan toleran. Angka-angka ini sangat mengkhawatirkan dan mendanakan krisis sosial yang meningkat,” kata CEO The Harris Poll, Gerzema.
Beberapa hasil temuan lain tentang toleransi terhadap LGBT oleh kaum muda AS:
– 36% kaum muda AS mereka merasa tidak nyaman mengetahui bahwa seorang anggota keluarga adalah LGBT, naik dari 29% tahun 2017.
– 34% tidak nyaman mengetahui bahwa dokter mereka adalah LGBT, naik dari 27% dibanding tahun 2017.
– 39% merasa tidak nyaman tempat belajar anak mereka mengajarkan pelajaran tentang sejarah LGBT, naik dari 30% di tahun 2017.
Selengkapnya bisa dilihat di sini.
Baca juga: Review Series Netflix Unbelievable: 8 Episode Nggak Cukup