Saat karir lagi naik-naiknya, dr. Geetika Sen harus menghadapi tuduhan pelecehan seksual. Geetika, yang seorang lesbian, diduga melecehkan pasien dan mantan bawahannya.
Karir belasan tahun yang dia bangun, terancam runtuh seketika. Sang istri, dr. Meera, mencoba hadir untuk membantunya, namun berujung jadi konflik rumah tangga baru.
Mari kita bahas lebih jauh tentang drama di film Netflix berjudul Accused ini.
Accused Bercerita Tentang Apa?
Accused bercerita tentang dr. Geetika Sen (Konkona Sen Sharma), seorang dokter ginekologi keturunan India yang punya karir moncer di Rumah Sakit Chapelstone di London. Prestasinya berderet dan disebut-sebut sebagai salah satu dokter penyumbang revenue terbesar ke rumah sakit tempatnya bekerja.
Di kehidupan personal, Geetika punya istri cantik bernama Meera (Pratibha Ranta), seorang dokter anak di sebuah klinik kecil di London. Geetika juga punya rumah yang bagus serta teman-teman dan keluarga yang hangat.
Tapi, kesempurnaan hidup Geetika itu tiba-tiba terguncang dengan kasus yang mengancam karirnya. Rumah sakit tempatnya bekerja menerima beberapa email anonim yang melaporkan bahwa Geetika sudah melecehkan beberapa pasiennya.
Laporan anonim ini kemudian diikuti dengan laporan non-anonim dari mantan bawahannya, dr. Carol, yang mengaku pernah dilecehkan Geetika juga. Di media sosial, komentar negatif bertebaran yang isinya menyudutkan Geetika.

Bagaimana cara Geetika menghadapi tuduhan ini? Apakah tuduhan ini berdasar atau hanya mengada-ada?
Accused sudah tayang di Netlix sejak akhir Februari 2026.
Review Tentang Accused
Di tengah bermekarannya GL Thailand, Accused seperti menjadi sebuah angin segar dari Asia Selatan. Wah, film lesbian India dengan latar Kota London nih.
Plotnya, seperti yang sudah saya tulis di atas, sangat menarik. Menjanjikan. Premisnya ambisius banget deh untuk dimasukkan ke film berdurasi 1 jam 47 menit.
Accused seolah punya checklist panjang pesan moral yang ingin disampaikan. Mulai dari isu feminisme, isu persepsi publik via media sosial, hingga isu LGBTQ+. Tapi.. eksekusinya aneh, kalau gak mau dibilang berantakan.
Alurnya lambat dan berputar-putar. Tensi yang berusaha dibangun pun suka tiba-tiba hilang di tengah jalan. Adegan-adegan yang seharusnya menegangkan malah terasa membosankan.
Belum lagi soal kasus utamanya. Alih-alih kasih plot twist yang menarik, kita malah disuguhkan dua detektif nyentrik yang kok, menurut keyakinan saya, maksa banget untuk jadi nyentrik.
Karakter dr. Geetika sendiri juga jadi masalah lainnya. Dia digambarkan begitu kasar dan menyebalkan, sampai di titik tertentu saya sudah tidak peduli lagi apakah di akhir film dia terbukti bersalah atau gak.
Terlepas dari itu semua, harus diakui: Konkona berhasil membuat kita sebel berjamaah sama karakter Geetika.
Isu LGBTQ+
Mengenai isu queer yang dibawa, saya kurang merasakan chemistry antara Geetika dan Meera sebagai pasangan. Chemistry itu butuh ruang untuk berkembang, dan sayangnya film ini gak memberikan ruang itu. Jadinya terasa hambar.
Apalagi hampir semua adegannya soal perselisihan. Bahkan ketika mereka makan malem bareng pun, ujungnya Geetika marah-marah karena Meera malah bahas kasusnya.
Ada adegan memorable juga pas Geetika nemuin mantannya, Sophie. Meera nelpon gak diangkat-angkat sama dia. Dia malah chat Meera “Mau ada operasi, nanti aja ya”. Wow, a liar. Padahal di sini posisinya Geetika lagi dikasih cuti sama rumah sakit karena kasusnya lagi diinvestigasi.
Kebohongan berikutnya, di scene yang sama, bisa-bisanya Geetika bilang sama Sophie kalau deringan telpon itu dari sekretarisnya. Wow. Another lie.
Kocaknya, Sophie malah bales “Itu dari Meera kan? Kamu bilang apa sama dia? Ada emergency? (Karena itulah alasan) yang kamu bilang sama aku dulu”. LOL. Mamam.
Buat kalian yang berharap ada adegan-adegan sweet khas GL di film ini, mending simpen deh harapan itu.
Penolong yang bikin saya tetep menonton sampai akhir adalah, Pratibha Ranta cantik banget di film ini! XD

Apalagi karakternya digambarkan sebagai pasangan yang merelakan karir demi ikut pasangan pindah kota, menutup-nutupi aib pasangan, murah senyum, dan soft spoken. Somehow, ngingetin sama karakter Mon di Gap the Series.
Saya gak terima banget pas Meera dikata-katain sama Geetika di scene ‘sewa detektif swasta’.
Dengan nada tingginya, Geetika bilang kalau apapun yang udah Meera lakukan untuk hubungan mereka, Meera tetep aja diuntungkan karena Geetika udah provide semuanya secara materi. Termasuk rumah yang mewah.
Dih, ngungkit-ngungkit. Gimana penonton gak antipati coba. Sampai titik ini, saya berharap, meski in the end Geetika minta maap atau gimana (gak mau spoiler), jangan sampe deh mereka baikan.
Jadinya tuh sepanjang film saya banyakan emosi sama Geetika dibanding simpati sama dia soal kasus yang lagi dihadapi. LOL.
Penutup
Accused mencoba memasukkan terlalu banyak pesan penting, tapi gak ada satupun yang berhasil dieksekusi dengan memuaskan. Senggaknya bagi saya.
Alih-alih jadi film psikologis yang provokatif dan edukatif, hasilnya malah jadi tontonan yang ‘berat’ namun tanpa kekuatan cerita, terasa menggurui, dan berakhir dengan ending yang kurang klimaks.
Accused adalah film yang tahu persis apa yang ingin disampaikan. Tapi, seolah gak tahu cara menyampaikannya.
Terima kasih banyak sudah membaca artikelnya sampai ujung. Jika merasa isinya bermanfaat, silakan di-share ya. Sebaliknya, jika ada yang kurang berkenan atau ada kesalahan informasi, silakan hubungi email atau sosial media tertera.