Love Design adalah series GL Thai yang nyaman ditonton. Semacam series yang cocok banget ditonton pas habis kerja seharian. Cozy dan gak buru-buru.
Kalau kamu suka Us The Series, kemungkinan besar kamu juga akan suka series ini. Btw, Love Design dibuat oleh VelCurve Studio, agensi yang sama yang bikin Uranus 2324.
Mari kita bahas lebih jauh tentang series berlatar profesi arsitek ini.
Baca juga: US the Series: Terfavorit Sejauh Ini
Love Design Bercerita Tentang Apa?
Love Design bercerita tentang Aokbab (Kao Supassara), seorang arsitek yang rela pulang dari Jepang demi menyelamatkan Jinta Architect, perusahaan keluarganya. Jinta berada di ambang kebangkrutan karena salah kelola.
Banyak pihak merekomendasikan Aokbab agar merekrut Rin (Jane Methika), arsitek bergaya indie yang berbakat dan lagi naik daun di dunia maya. Meski gak mudah, akhirnya Rin memutuskan bergabung dengan beragam syarat.
Awalnya hubungan Aokbab dan Rin berjalan secara profesional. Namun, perjalanan ke Jepang dalam rangka business trip, mengubah banyak hal. Benih-benih cinta mulai tumbuh di antara keduanya.
Sisi lain, Aokbab juga bertemu lagi dengan Mind di sebuah tender project. Mind adalah mantan pacar Aokbab yang sudah berubah jadi orang yang paling dia benci. Bukan tanpa alasan, di masa lalu, Mind pernah mencuri sketsa Aokbab dan mendaftarkannya untuk satu kompetisi.

Perasaan Mind masih sama pada Aokbab, tapi tidak sebaliknya. Mind masih berharap Aokbab memberi kesempatan kedua.
Akankah Aokbab berhasil menyelamatkan Jinta Architect di tengah konflik personalnya dengan Mind dan perasaan barunya pada Rin?
Unique Scene
Jika di Roller Coaster ada soal dental dam, di Love Design ada bahasan soal pentingnya vaksin Human Papillomavirus (HPV). Sempilan soal bahasan-bahasan seperti ini cukup penting dalam rangka edukasi kepada penonton. Thumbs up.
Baca juga: Menggalau Bersama Roller Coaster
Subjective Review
Unpopular opinion, entah kenapa saya kurang merasakan chemistry antara Aokbab dan Rin. Secara akting individu mereka brilian. Tapi, gak sebagai pasangan.
Malahan, saya lebih dapet emosinya pas Aokbab sama Mind. Semacam, perasaan sakit-hati-tapi-masih-sayangnya tuh nyampe banget.
Di luar itu, gak ada yang meragukan kualitas Love Design, termasuk saya. Dari berbagai aspek, series ini benar-benar berada di kelasnya sendiri. Setiap elemen, dari akting, visual, hingga ceritanya, terasa sangat impresif. Trus lucu juga ada efek-efek suara sama sticker-sticker gitu.

Kalau kalian nyari series yang ringan namun berkualitas, Love Design adalah jawabannya. Penampilan Kao yang “turun gunung” ke industri GL yang sedang hype benar-benar sayang dilewatkan. Begitu juga dengan Jane, yang semakin bersinar sejak keluar dari GMM, energi pecicilannya menambah daya tarik series ini.
Direkomendasikan!
Terima kasih banyak sudah membaca artikelnya sampai ujung. Jika merasa isinya bermanfaat, silakan di-share ya. Sebaliknya, jika ada yang kurang berkenan atau ada kesalahan informasi, silakan hubungi email atau sosial media tertera.